Laa Tansa: Tips Membaca Tulisan Arab Tanpa Harakat

 

Halo sobat Laa Tansa. Jangan lupa sempatkan membaca !!

Telah hadir kembali Laa Tansa edisi Iqra.


Pada edisi pertama kita telah sharing mengenai kiat-kiat lancar berbicara (kalam) bahasa Arab, kali ini kita bahas mengenai kemampuan membaca (qiraah) dalam bahasa Arab. Yups betul pada laa tansa edisi iqra kedua, kita akan sharing mengenai cara membaca tulisan Arab yang tidak berharkat.

Tulisan Arab yang tidak berharkat umum kita temui dalam kitab kuning. Selain itu dapat kita temukan pada buku buku yang berasal dari Timur Tengah. Pada mulanya memang tulisan Arab itu tidak memiliki harakat, begitupun Al-Qur'an ketika pertama turun.

Pengharakatan pertama kali dicetuskan oleh Abu As'ad ad Duali pada masa khalifah Ali bin Abi Thalib. Hal ini bertujuan untuk penyeragaman bacaan Al Qur'an untuk orang non Arab. Berdasarkan berbagai sumber yang ada, berikut langkah-langkah yang harus kita tempuh untuk membaca tulisan Arab tanpa harakat. 


Pertama harus mengetahui mufrodat. 

Mufrodat atau kata menjadi dasar atas apa yang kita ucapkan atau yang akan kita baca. Kita dapat mengetahui mufrodat dengan mendengar atau membaca kemudian menghafalnya.


Langkah selanjutnya adalah mempelajari ilmu Nahwu dan Shorof.

Ilmu nahwu identik dengan i'rob yang akan menentukan posisi atau jabatan kata dalam suatu kalimat. Sedangkan ilmu shorof lebih kepada pembentukan kata. Maka dengan kedua ilmu tersebut kita akan mendapatkan informasi yang tepat dari tulisan yang kita baca.

Setelah kedua langkah tersebut telah kita langkukan yang ketiga adalah mempraktikan. Apakah langsung dengan membaca tulisan Arab tanpa harkat?, tentu tidak. Kita dapat memulai dengan membaca tulisan Arab berharkat. Terus ulangi, misal sampai 5 kali, kemudian baca ulang dengan tulisan yang tidak berharkat. Ini bisa kita mulai dengan paragraf singkat, menengah dan panjang. Paragraf singkat bisa kita dapatkan dari cerpen Arab. Jika telah selesai membaca pargraf pendek, bisa mencoba untuk membaca tulisan yang sedikit lebih panjang, misal kitab Fikih. Lakukan hal yang sama dengan membaca terlebih dahulu tulisan yang berharkat, yakni dengan membaca matan kitab kemudian ulangi dan praktikan dengan membaca kitab gundul. Begitupun selanjutnya, untuk tulisan yang panjang kita dapat menemukannya pada kitab tafsir. 


Untuk penerapannya, sobat laa tansa bisa mengakses website dari aljazeera learning arabic http://learning.aljazeera.net/en. Platform dari negara Qatar untuk belajar bahasa arab. Diantara course yang tersedia adalah latihan membaca, teman-teman bisa mencoba untuk membaca tulisan yang berharkat, kemudian setelah diulangi, coba untuk membaca nya tanpa harkat.


Semoga bermanfaat. Barakallahu fiikum.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama