Bahasa Arab Ragam Fusha, sering disebut sebagai bahasa Al-quran atau bahasa yang sering dipergunakan dalam forum resmi. Bahasa ini digunakan sebagai media pokok komunikasi yang digunakan dalam buku, majalah, surat kabar, dokumen pemerintahan dan digunakan pula dalam berbagai media seperti televisi, radio, pidato-pidato dan konferensi-konferensi maupun seminar-seminar ilmiah bahkan menjadi bahasa pengantar di sebagian universitas di dunia.
Dengan bahasa Arab fusha ini orang-orang dapat memahami dan berkomunikasi dengan lancar sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu nahwu, sharf dan balaghah. Bahasa Arab Fusha ini digambarkan sebagai bahasa Arab yang digunakan masyarakat pada zaman Rasulullah SAW. Kini bahasa Arab Fushah telah menjadi “اللغة العالمية” (bahasa internasional) yang diresmikan pada 18 Desember 1982 oleh Organisasi Pendidikan,Keilmuan, dan Kebudayaan, yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai UNESCO (United Nation Education,Scientific and Cultural Organization) dan tanggal tersebut telah ditetapkan sebagai hari bahasa Arab sedunia. Oleh karena itu bahasa Arab inilah yang kemudian digunakan di negara-negara Arab dan mayoritas muslim di dunia.
Menurut Emil Badi’ Ya’qub, bahasa Arab fusha adalah bahasa yang digunakan dalam Alquran, situasi-situasi resmi, penggubahan puisi, penulisan prosa dan juga ungkapan-ungkapan pemikiran (tulisan-tulisan ilmiah). Secara umum bahasa ini dapat diklasifikasikan dalam dua tingkatan, yaitu bahasa Arab klasik (classical Arabic) yang digunakan dalam bahasa Alquran dan bahasa Arab standar modern (modern standard Arabic) yang digunakan dalam bahasa ilmiah.
Lantas apa yang disebut Arab Amiyah?.
Bahasa Arab Amiyah adalah bahasa yang sering digunakan dalam aktivitas sehari hari yang berbentuk informal. Bahasa ini lebih sering disebut dengan bahasa pasaran. Dalam bahasa Amiyah itu sendiri ada beberapa istilah lain, salah satunya yaitu; (اللغة الأزدواجية) yang berarti paralelisme bahasa atau dikenal “lebillinguisme” yaitu adanya dua bahasa yang berbeda dalam individu atau masyarakat dalam waktu yang bersamaan. Setiap negara negara Arab memiliki bahasa Amiyah yang berbeda-beda dari pengucapan dan logatnya. Bahasa Arab Amiyah tidak dapat lepas dari bahasa Arab Fusha (resmi). Akan tetapi bahasa Arab Amiyah tidak sepenuhnya sesuai dengan kaidah atau tata bahasa arab yang resmi.
Adapun istilah-istilah lain yang sering digunakan oleh para ahli bahasa untuk menyebut jenis arab amiyah ini adalah as-Saykal al-Lughawi ad-Daraj, al-Lahjah as-Sya-i’ah, al-Lughah al-Muhakkiyah, al-Lughah al-’Arabiyah al-’Amiyah, al-Lahjah ad-Darajah, al-Lahjah al-’Amiyah, al-Lughah ad-Darajah, al-Kalam ad-Daraj, al-Kalam al-’Amiy, dan ada pula yang menyebutnya dengan istilah lughatusy Sya’b.
Perbedaan bahasa Arab Ragam Fusha dan Amiyah.
Perbedaan antara Fusha dan Amiyah yaitu terdapat pada kaidah-kaidah tata bahasa (nahwu) dan pembentukan kata (sharf). Bahasa Arab Fusha sangat memperhatikan kaidah-kaidah nahwu dan sharf, sedangkan bahasa Arab Amiyah tidak memperhatikan hal tersebut. Oleh karena itu penggunaan bahasa Arab Fusha dan Amiyah digunakan dalam forum yang berbeda pula. Bahasa Arab Fusha digunakan dalam forum-forum dan media-media yang bersifat formal. Sebaliknya, bahasa Arab Amiyah sering digunakan dalam aktivitas dan komunikasi sehari-hari yang bersifat nonformal maupun informal. Ada perbedaan di antara bahasa Arab Fusha dan Amiyah baik dalam “النطق” (pengucapan) dan “الهجة” (logat) maupun dalam “”اللغة (bahasa) itu sendiri. Bahasa Arab Fusha mempunyai bentuk yang sama di negara negara dunia. Sehingga, orang yang saling berbicara dengan berbahasa Arab Fusha akan memahami maksud yang disampaikan walaupun orang-orang tersebut mempunyai latar belakang negara yang berbeda. Adapun bahasa Arab Amiyah mempunyai berbagai versi sesuai dengan “المنطقة“ (daerah) yang menggunakan bahasa tersebut. Setiap negara Arab yang menggunakan bahasa ini sebagai alat komunikasi
