ANTOLOGI KARYA SASTRA : Mati Rasa (puisi)


Mati Rasa

Karya : Desi Amaliyah

 

Dikala malam menua dalam sunyi,

Angin datang membawa kabar sepi.

Rembulan menggantung tanpa arti,

Dan bintang-bintang enggan bersaksi.

 

Dahulu, namamu adalah debar,

Yang membuat malam terasa mekar.

Senyummu pernah menjadi cahaya,

Yang diam-diam kupeluk dalam doa.

 

Namun kini,

Tatkala bayangmu melintas di ingatan,

Tak ada lagi riuh dalam dada,

Tak ada lagi rindu yang meminta pulang.

 

Hatiku bukan lagi taman berbunga,

Ia telah menjadi halaman tanpa warna.

Tempat kenangan datang dan pergi,

Tanpa meninggalkan jejak berarti.

 

Aku pernah menunggumu

Seperti malam menanti fajar,

Pernah menjagamu

Seperti langit menjaga bintang-bintang.

Namun waktu mengajarkanku satu hal:

Tidak semua yang dicintai

Ditakdirkan untuk menetap.

 

Kini, jika namamu disebut,

Aku hanya diam.

Jika wajahmu hadir dalam bayangan,

Aku hanya tersenyum,

Bukan karena masih berharap,

Melainkan karena pernah begitu dalam mencintaimu.

 

Mungkin inilah mati rasa:

Ketika hati tak lagi membenci,

Tak pula ingin memiliki.

Ketika luka telah terlalu lama tinggal,

Hingga rasa pun lelah untuk kembali.

 

Dan jika suatu hari kau bertanya

Ke mana perginya cinta yang dahulu,

Barangkali jawabannya sederhana:

 

Ia tidak pergi.

Ia hanya telah selesai,

Menjadi alasan bagiku

Untuk berhenti menunggu.


Penulis Merupakan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama