PELAJARAN HIDUP
Oleh: Melisa Cahaya Lestari*
Wahai diri maafkanlah dirimu
Masih seperti ini dan belum menemukan versi terbaikmu
Dalam pencarian yang akan menemukan titik temu
Setelah berjumpa raih kembali jangan sampai buntu
Wahai hati teguhlah meskipun bukan fitrahmu
Berusaha tak terlampau jauh dan ragu
Terlena oleh keinginan semu
Semua itu hanyalah dorongan nafsu
Tak apa kau baru memulai nya
Tidak masalah jika terkadang lelah
Rehat sejenak untuk melaju lebih tepat
Dulu adalah pelajaran, sekarang penghidupan dan masa depan akan menjadi milikmu jika diperjuangakan dan terus bernegosiasi dengan ketetapan
*penulis ialah mahasiswi BSA semester 5 kelas A
Apakah aku seperti Boneka Cantik
Oleh: siti Aisah*
Sebuah ketulusan dan kasih sayang kita terhadap seseorang tidak akan ada harganya jika memang kita bukan tujuanya,,pastinya hanya di jadikan sebuah pilihan Saja.
Manusia itu lucu sekali,, Bisa memainkan beberapa peran sekaligus,, Hingga tidak cukup satu peran yang dia mainkan.
Memang benar sesuatu yang berlebihan itu sangat tidak baik.
Menjadi seseorang yang dijadikan sebuah boneka itu sangat Bagus bukan ?
Boneka yang banyak di permainkan oleh semua orang yang di sukai kaum wanita.
Tapi, Sayang sekali boneka itu hanya di jadikan sebuah pelampiasan,pelarian,dan pilihan.
Boneka itu di jadikan hanya sekedar pengingat,,
Ketika boneka itu sudah rusak dan tidak secantik yang di miliki oleh seseorang,Apa yang akan di lakukan?
Tentunya di buang dengan begitu saja,,
Definisi Cover manusia memang juga tidak terduga- duga,,,
Lebih berhati- hati Dalam memanusiakan manusia.
Suatu kebohongan itu memang sakit , sebagus apapun,, secantik apapun kita menghiasi kata²,,Jika Perkataan dan perbuatan itu _Bohong_Suatu saat nanti pasti kebohongan itu akan terbukti.
Dan jika semua itu hanya nafsu dan perasaan yang palsu,, Terimakasih sudah membuat seseorang merasa di sayangi dan dicintai halnya boneka ,,
Akan tetapi tidak melihat topeng di balik semua ini.
*penulis ialah mahasiswa BSA semester 5 kelas A
Securik Rintihan Hidup Tanpa Bagaskara
Oleh: Nasywa Naimatul wasilah*
Anak perempuan itu kini kehilangan separuh cahayanya
Mencoba terus berjalan dengan cahaya seadanya
Toh katanya hidup harus tetap berjalan semestinya
Sesekali ia merintih kebingungan harus berjalan ke arah yang mana
Tuhan..
Malang sekali anak itu rupanya
Mohon jangan kau tarik sukma terkasih lainnya
Hingga semesta melihat bukti nyata kehebatannya
Hingga mereka menyaksikan haru bahagia atas capaian impiannya
Hingga ia menjadi manusia hebat katanya
Heyy Tuan..
Jangan kemana mana dulu yaa
Sesekali tolong dekap tubuh rapuhnya
Ia mencoba tak menjadi beban di setiap detiknya
Berusaha menjadi ceria murni fakta
Terimakasih karena kau slalu disampingnya
Meski ia tau sesekali kau lelah menghadapi kerumitannya
Semesta..
Meski begitu abadi tenggelam sang bagaskara
Mohon tetap terang untuk setiap langkah kecilnya
Meski sesekali hujan badai tak terbendung nyata
Meski hidupnya dihantui fakta hampa
Menarik nafas berat untuk setiap kesendirian yang nyata
Meski begitu..
Hebat sekali anak itu rupanya
Meraih segala hal luar biasa yang nyata
Bangkit yang datang tak terpaksa
Mencoba hal baru dengan penuh percaya
Meski takut berlalu lalang dalam pikirannya
Cirebon, 12 Agustus 2024
*penulis ialah mahasiswi BSA Semester 5 kelas B
.jpg)