Antologi Karya Sastra BSA edisi Agustus: Segala Tentang Aku

 


PELAJARAN HIDUP

Oleh: Melisa Cahaya Lestari*

Wahai diri maafkanlah dirimu

Masih seperti ini dan belum menemukan versi terbaikmu

Dalam pencarian yang akan menemukan titik temu

Setelah berjumpa raih kembali jangan sampai buntu

Wahai hati teguhlah meskipun bukan fitrahmu

Berusaha tak terlampau jauh dan ragu

Terlena oleh keinginan semu

Semua itu hanyalah dorongan nafsu

Tak apa kau baru memulai nya

Tidak masalah jika terkadang lelah

Rehat sejenak untuk melaju lebih tepat

Dulu adalah pelajaran, sekarang penghidupan dan masa depan akan menjadi milikmu jika diperjuangakan dan terus bernegosiasi dengan ketetapan

*penulis ialah mahasiswi BSA semester 5 kelas A


Apakah aku seperti Boneka Cantik 

Oleh: siti Aisah*

Sebuah ketulusan dan kasih sayang kita terhadap seseorang tidak akan ada harganya jika memang kita bukan tujuanya,,pastinya hanya di jadikan sebuah pilihan Saja.

Manusia itu lucu sekali,, Bisa memainkan beberapa peran sekaligus,, Hingga tidak cukup satu peran yang dia mainkan.

Memang benar sesuatu yang berlebihan itu sangat tidak baik.

Menjadi seseorang yang dijadikan sebuah boneka itu sangat Bagus bukan ?

Boneka yang banyak di permainkan oleh semua orang yang di sukai kaum wanita.

Tapi, Sayang sekali boneka itu hanya di jadikan sebuah pelampiasan,pelarian,dan pilihan.

Boneka itu di jadikan hanya sekedar pengingat,,

Ketika boneka itu sudah rusak dan tidak secantik yang di miliki oleh seseorang,Apa yang akan di lakukan?

Tentunya di buang dengan begitu saja,,

Definisi Cover manusia memang juga tidak terduga- duga,,,

Lebih berhati- hati Dalam memanusiakan manusia.

Suatu kebohongan itu memang sakit , sebagus apapun,, secantik apapun kita menghiasi kata²,,Jika Perkataan dan perbuatan itu _Bohong_Suatu saat nanti pasti kebohongan itu akan terbukti.

Dan jika semua itu hanya nafsu dan perasaan yang palsu,, Terimakasih sudah membuat seseorang merasa di sayangi dan dicintai halnya boneka ,,

Akan tetapi tidak melihat topeng di balik semua ini.

*penulis ialah mahasiswa BSA semester 5 kelas A


Securik Rintihan Hidup Tanpa Bagaskara

Oleh: Nasywa Naimatul wasilah*

Anak perempuan itu kini kehilangan separuh cahayanya

Mencoba terus berjalan dengan cahaya seadanya

Toh katanya hidup harus tetap berjalan semestinya

Sesekali ia merintih kebingungan harus berjalan ke arah yang mana

Tuhan..

Malang sekali anak itu rupanya

Mohon jangan kau tarik sukma terkasih lainnya

Hingga semesta melihat bukti nyata kehebatannya

Hingga mereka menyaksikan haru bahagia atas capaian impiannya

Hingga ia menjadi manusia hebat katanya

Heyy Tuan..

Jangan kemana mana dulu yaa

Sesekali tolong dekap tubuh rapuhnya

Ia mencoba tak menjadi beban di setiap detiknya

Berusaha menjadi ceria murni fakta

Terimakasih karena kau slalu disampingnya 

Meski ia tau sesekali kau lelah menghadapi kerumitannya

Semesta..

Meski begitu abadi tenggelam sang bagaskara

Mohon tetap terang untuk setiap langkah kecilnya

Meski sesekali hujan badai tak terbendung nyata

Meski hidupnya dihantui fakta hampa

Menarik nafas berat untuk setiap kesendirian yang nyata

Meski begitu..

Hebat sekali anak itu rupanya

Meraih segala hal luar biasa yang nyata

Bangkit yang datang tak terpaksa

Mencoba hal baru dengan penuh percaya

Meski takut berlalu lalang dalam pikirannya

Cirebon, 12 Agustus 2024

*penulis ialah mahasiswi BSA Semester 5 kelas B




Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama