Sabtu malam (Malam Minggu) tepatnya 05 Juli 2025, bidang PSDM sukses menggelar agenda bertajuk MANTRA (Malam Minggu Bersastra Bersama BSA) yang bertempat di Parkiran SBSN, sebuah acara yang menggabungkan kajian ilmiah dan penampilan seni dengan nuansa khas sastra Arab.
Pada kesempatan kali ini, MANTRA mengangkat tema "Psikologi Sastra" dengan menghadirkan pemateri Hasbi Farhani S.Hum., yang membedah bagaimana hubungan antara kondisi kejiwaan dan dunia sastra. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan bahwa psikologi adalah ilmu yang membahas tentang individu secara mendalam, terutama dari sisi kejiwaan. Sementara itu, sastra merupakan karya multiinterpretatif-maknanya sangat luas dan tergantung bagaimana seseorang memandangnya.
Lebih jauh, beliau memaparkan bahwa sastra adalah seni, sedangkan karya sastra biasanya lahir dari pergolakan jiwa, pengalaman pribadi, atau masalah sosial yang dialami oleh pengarang. Dalam kajian psikologi sastra, ada empat pendekatan utama yang dibahas:
1. Kejiwaan pengarang, sebagai latar emosional dan psikologis dari karya.
2. Proses kreatif, yakni runtutan yang dilalui pengarang dalam melahirkan karya sastra.
3. Penerapan teori psikologi terhadap karya sastra.
4. Respon pembaca, bagaimana pembaca mengalami dan memaknai karya secara psikologis.
Salah satu teori penting yang disampaikan adalah dari Sigmund Freud, tokoh psikologi modern yang membagi struktur kejiwaan manusia menjadi tiga:
Ide: dorongan bawah sadar, keinginan naluriah
Ego: kesadaran, penengah antara id dan super ego
Super ego: suara moral, etika, serta rasa bersalah
Setelah sesi pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara peserta dan pemateri. Suasana terasa hidup, dengan antusiasme peserta yang aktif mengajukan pertanyaan serta berbagi pandangan.
Tak berhenti di sana, malam pun semakin hangat dengan beragam penampilan seni dari mahasiswa, seperti qirä'atus syi'ir (pembacaan puisi Arab), khitobah araby (pidato bahasa Arab), dan ghina' 'araby (nyanyian Arab). Masing-masing penampilan memberi warna tersendiri yang memperkuat atmosfer sastra dalam acara ini.
MANTRA menjadi bukti bahwa sastra bukan hanya tentang kata-kata, tapi juga jiwa, rasa, dan makna. Melalui pendekatan psikologi sastra, peserta diajak menyelami kedalaman karya serta memahami kompleksitas emosi di baliknya.
