Jum’at 8 Agustus 2025 Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) kembali menggelar kajian rutin nahwu secara daring melalui Google Meet. Kajian ini berlangsung mulai pukul 20.00 hingga 20.51 WIB dengan menghadirkan Adellya Putri (Mahasiswa BSA Angkatan 2023) sebagai pemateri, dan Meysita Intan Patrisya (Mahasiswa BSA Angkatan 2023) sebagai moderator.
Materi yang dibahas pada kesempatan kali ini mengacu pada Kitab Jurumiyah, khususnya bab Marfuatul Asma’ dan bab Fa’il.
Pada pembahasan Marfuatul Asma’, dijelaskan bahwa rofa’ adalah keadaan sebuah kata yang dibaca dengan harakat dhammah, atau diakhiri huruf wawu, alif, atau nun sebagai tanda rofa’. Disebutkan bahwa ada tujuh jenis isim yang dibaca rofa’, yaitu: fa’il, naibul fa’il, mubtada’, khobar, isim kaana, khobar inna, serta tawaabi’ lil marfu’ (na’at, athaf, taukid, dan badal).
Sementara itu, pada pembahasan Fa’il, dijelaskan bahwa fa’il adalah isim marfu’ yang terletak setelah fi’il ma’lum untuk menunjukkan pelaku suatu pekerjaan. Pemateri juga memberikan contoh kalimat dan penjelasan tanda-tanda rofa’ pada fa’il.
Sesi kajian diakhiri dengan tanya jawab, salah satunya membahas perbedaan penggunaan isim ẓāhir dan isim ḍamīr sebagai fa’il. Isim ẓāhir digunakan ketika pelaku ingin disebutkan secara jelas, sedangkan isim ḍamīr digunakan jika pelaku sudah jelas dari konteks atau cukup diwakili kata ganti.
Kajian ini diharapkan dapat memperdalam pemahaman peserta terhadap kaidah nahwu, khususnya dalam mengenali bentuk-bentuk isim yang dibaca rofa’ dan penggunaannya dalam struktur kalimat bahasa Arab.
