Kegiatan ini menjadi ruang bertemunya semangat keilmuan, kebudayaan, dan kepedulian terhadap masa depan bahasa Arab. Tahun ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC) dipercaya sebagai tuan rumah, dengan panitia pelaksana yang merupakan kolaborasi mahasiswa dari Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) dan Pendidikan Bahasa Arab (PBA).
Kegiatan dibuka di Auditorium Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dengan seremoni yang dihadiri sejumlah tokoh penting kampus dan pemerintahan. Mulai dari Ketua dan Sekretaris Jurusan BSA, PBA, hingga Rektor UIN SSC dan Wakil Wali Kota Cirebon, semua turut menyemarakkan semangat pembukaan.
Seminar keagamaan
Talkshow Kebahasaan
Hari pertama langsung diisi dengan dua forum yang mengangkat isu kekinian. Seminar Keagamaan bertajuk "Dari Medsos, Keharmoni Sosial" menjadi ruang refleksi bagaimana literasi digital bisa menjadi tameng dari hoaks dan ujaran kebencian berbasis agama. Disusul kemudian oleh Talkshow Kebahasaan yang membahas "Etika dan Tantangan Al dalam Pembelajaran Bahasa Arab" - sebuah tema relevan yang membuka mata peserta bahwa teknologi bukan penghalang, tapi peluang.
Menjelang sore, para peserta dibawa keluar dari zona nyaman kelas menuju bumi perkemahan BCA Baligo, Majalengka. Di sinilah babak baru dimulai - belajar di tengah alam, dengan nuansa yang lebih cair dan terbuka.
Seminar kewirausahaan
Malam pertama perkemahan diisi dengan Seminar Kewirausahaan bersama alumni yang kini sukses di dunia usaha. Pesan utamanya sederhana tapi mengena: lulusan Bahasa Arab pun bisa mandiri dan berdaya secara ekonomi.
Keesokan paginya, suasana berubah energik. Senam bersama menjadi pembuka hari kedua, lalu dilanjutkan dengan upgrading skill debat berbahasa Arab keterampilan yang semakin penting di era kompetisi akademik global. Sesi ini dibawakan oleh narasumber berpengalaman yang membekali peserta dengan teknik debat yang komunikatif dan argumentatif.
Sharing session
Tak hanya soal keilmuan, aspek kaderisasi juga menjadi perhatian. Sharing Session bersama pengurus ITHLA menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus peneguhan nilai-nilai organisasi.
Rihlah
Hari terakhir menjadi penutup yang syahdu. Rihlah ke Talaga Biru Nila menghadirkan nuansa rekreatif sekaligus kontemplatif. Di sana, peserta bukan hanya menikmati pemandangan alam yang eksotis, tetapi juga merenungkan kembali arah perjuangan bahasa Arab di tengah zaman yang terus bergerak.
KBA 2025 resmi ditutup pada 3 Agustus dengan kehadiran para demisioner ITHLA yang menyampaikan pesan-pesan perjuangan lintas generasi. Penutupan ini bukanlah akhir, melainkan titik tolak baru - bahwa bahasa Arab bukan sekadar materi kuliah, melainkan identitas, semangat, dan gerakan kultural yang harus terus dirawat.


