MANTRA (Malam Minggu Bersastra) "Telaah Puisi"

 

gambar 1.1

Pada hari Sabtu, 20 September 2025, telah terselenggara kegiatan Mantra (Malam Minggu Bersastra) yang diadakan oleh Bidang PSDM (Pengembangan Sumber Daya Manusia). Kegiatan ini bertempat di Parkiran SBSN dan berlangsung mulai pukul 19.30 hingga 21.00 WIB. Tema yang diangkat dalam Mantra kali ini adalah “Telaah Puisi”, dengan menghadirkan Muhammad Furqon (Mahasiswa Angkatan 2024) sebagai pemantik diskusi dan Abdul Aziz Al Mahdi (Mahasiswa Angkatan 2024) sebagai moderator.

Acara dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pemantik yang memaparkan pokok bahasan terkait hakikat puisi sebagaimana tertuang dalam buku Puisi dan Bulu Kuduk karya Acep Zamzam Noor. Peserta diajak untuk memahami pertanyaan-pertanyaan mendasar seputar puisi, seperti apa yang membuat sebuah puisi disebut baik, perbedaan puisi cinta dan puisi protes, serta bagaimana daya bahasa dapat menghidupkan imaji dan menimbulkan kesan mendalam. Diskusi ini menekankan bahwa puisi bukan sekadar persoalan tema, melainkan bagaimana bentuk dan cara pengungkapan mampu melahirkan keunikan serta kekuatan puitik.

Dalam pembahasan lebih lanjut, disampaikan bahwa puisi adalah seni merangkai kata dengan dua kompetensi utama: olah batin yang melahirkan kedalaman makna, dan olah bahasa yang menampilkan kreativitas serta teknik pengungkapan. Peserta juga dikenalkan dengan klasifikasi puisi lama dan puisi modern. Puisi lama, misalnya mantra, pantun, gurindam, syair, dan seloka, memiliki ciri dan aturan tertentu. Sementara itu, puisi modern seperti naratif, lirik, simbolis, deskriptif, satire, balada, hingga ode, menawarkan kebebasan berekspresi dengan gaya dan bentuk yang lebih variatif.

Penjelasan ini kemudian diperdalam melalui contoh puisi mantra sebagai salah satu bentuk puisi lama yang sarat makna mendalam, misterius, serta bersifat esoterik. Dari sini peserta dapat melihat bagaimana puisi mampu hadir bukan hanya sebagai karya sastra, tetapi juga sebagai medium spiritual, budaya, dan kritik sosial. Diskusi berlangsung interaktif, di mana peserta saling berbagi pandangan tentang pengalaman membaca maupun menulis puisi, serta bagaimana mengapresiasi puisi dengan cara yang lebih mendalam.

Kegiatan Mantra kali ini berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme. Selain memperluas wawasan tentang puisi, acara ini juga mendorong peserta untuk lebih peka terhadap bahasa, bentuk, dan simbol-simbol dalam karya sastra. Dengan demikian, Mantra edisi “Telaah Puisi” tidak hanya menjadi ajang apresiasi sastra, tetapi juga sarana pengembangan diri dan kreativitas mahasiswa.


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama