Bidang Minat dan Bakat (MINBAK) kembali menyelenggarakan pelatihan bertema seni, kali ini dengan tajuk Pelatihan Ghina ‘Arabiy pada Sabtu, 26 Juli 2025. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini menghadirkan Sahra Natasya Andika, mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Bandung sekaligus peraih berbagai penghargaan dalam kompetisi Ghina arabiy, yang saat ini sedang melaksanakan KKN.
Pelatihan ini berfokus pada pendalaman teknik ekspresi dan interpretasi lagu berbahasa Arab yang tidak hanya mengedepankan nada, tetapi juga makna dan penjiwaan. Pemateri membuka sesi dengan mengenalkan ciri khas lagu-lagu Arab, baik dari sisi musikalitas maupun dialek. Disampaikan bahwa lagu Arab terbagi dalam dua kategori besar: klasik dan modern. Lagu klasik seperti karya Ummu Kultsum cenderung menggunakan maqam hijaz dan penuh dengan warna emosional yang dalam, sedangkan lagu modern atau pop seperti milik Nancy Ajram lebih ringan dan bernuansa kekinian.
Sahra juga menjelaskan bahwa penggunaan maqam (struktur nada khas dalam musik Arab) sangat menentukan suasana lagu. Selain itu, dialek Arab juga mempengaruhi gaya pelafalan contohnya, di Mesir, bunyi “e” sering muncul dalam pengucapan.
Dalam hal penjiwaan, peserta diajak untuk terlebih dahulu memahami makna lirik lagu agar dapat mengekspresikan emosi secara tepat. Teknik ekspresi dijelaskan terbagi menjadi dua, yakni ekspresi vokal dan gestur tubuh. Artikulasi yang baik bisa dilatih menggunakan metode "tiga jari" untuk membuka mulut secara cukup saat bernyanyi.
Sesi berlanjut dengan pengenalan dinamika dalam bernyanyi, yakni permainan keras-lembut suara (volume), serta warna suara yang sesuai dengan karakter lagu—misalnya, lagu yang ceria dibawakan dengan senyuman agar terasa hidup. Tak kalah penting, Sahra menekankan pentingnya teknik “micing”, yaitu penyesuaian jarak mikrofon dengan suara: ketika nada tinggi, mikrofon dijauhkan, dan ketika nada datar, mikrofon didekatkan.
Untuk teknik interpretasi, peserta diajak memahami emosi utama setiap bait lagu. Sahra menekankan bahwa bernyanyi dalam bahasa Arab bukan hanya soal irama, tetapi juga cara bercerita melalui lagu. Oleh karena itu, latihan pernapasan, khususnya menggunakan diafragma, menjadi kunci dasar yang perlu dibangun sejak awal.
Pelatihan ini memperlihatkan bahwa menyanyi lagu Arab adalah seni yang menyatu antara teknik vokal, penguasaan bahasa, dan rasa. Penampilan dan contoh langsung dari Sahra, ditambah dengan sesi diskusi yang interaktif, membuat pelatihan ini terasa hidup dan memberi bekal berharga bagi peserta yang ingin menekuni seni ghina ‘arabiy dengan lebih serius.
