CAHAYA
Oleh : Derillya Ananta
Di jalan kehidupan yang penuh dengan bintang-bintang yang berkelap-jelip
Terdapat pilihan untuk menjalani hubungan dengan cara yang penuh dengan keajaiban
Mana yang lebih baik atau tidak, pertanyaan yang selalu mengusik hati
Bagi hati yang mencari kebahagiaan sejati bak cahaya matahari yang hangat.
Sebenarnya, langkah awal menuju gerbang kebersamaan yang abadi
Adalah seperti memasuki taman yang penuh dengan bunga-bunga yang indah
Namun, seringkali diwarnai dengan luka yang tak terhingga
Seperti awan yang menghalangi sinar matahari, menghantui setiap langkah, seperti _karma_ yang tak diinginkan.
Pada hakikatnya, perkenalan yang suci seperti pertemuan dengan malaikat,
Membuka jalan menuju kebahagiaan yang seperti surga itu
Dengan pengawasan dan bimbingan, keputusan yang bijak seperti bintang yang menuntun
Karena untuk mencapai sesuatu yang mulia, seperti mencapai puncak gunung yang tinggi
Harus ditempuh dengan cara yang mulia juga, seperti berjalan di atas jalan yang lurus
Mari kita berusaha, dengan hati yang suci seperti air yang jernih,
Mencapai kebersamaan yang sejati, dalam ikatan suci yang mulia
Seperti _moskha_ yang membebaskan jiwa dari terbelenggunya ego.
Penulis Merupakan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Semester 5
