Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) kembali mengadakan Kajian Rutin Shorof pada Jumat, 15 Agustus 2025, pukul 20.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui Google Meet, dengan menghadirkan Dzul Fahmi Hakim, mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab (BSA) angkatan 2024, sebagai pemateri. Acara dipandu oleh Siti Uswatun Hasanah, mahasiswa BSA angkatan 2023, selaku moderator.
Pada kesempatan kali ini, kajian berfokus pada Qowa'idul I'lal kaidah ke-9 dan ke-10:
1. Kaidah ke-9: Jika wawu dan ya' mati bertemu dengan huruf mati lain, maka wawu dan ya' tersebut wajib dibuang. Contohnya: sun (asalnya uswun) dan sir (asalnya isyir).
2. Kaidah ke-10: Jika dalam satu kalimat terdapat dua huruf dari satu jenis atau yang berdekatan makhrojnya, maka huruf pertama di-idghom-kan kepada huruf kedua. Hal ini dilakukan agar dua huruf yang berdekatan menjadi seperti huruf kedua, sebab berat jika diucapkan berulang. Contoh: madda, mudda, dan ittasola (asalnya madada, umdud, dan iutashola).
Sesi materi ditutup dengan tanya jawab interaktif. Beberapa pertanyaan yang muncul antara lain:
1. Bagaimana penjelasan i'lal pada kata ittashola Jawaban: Akan dibahas lebih lanjut pada pertemuan berikutnya.
2. Apakah ada contoh i'lal selain lafadz مد )madda(? Jawaban: Tentu saja ada, bahkan banyak ditemukan dalam kamus bahasa Arab, seperti تز, جب حف dan هز
Melalui kajian ini, diharapkan mahasiswa semakin memahami kaidah shorof secara mendalam, sehingga dapat menerapkannya dengan benar dalam membaca maupun menulis teks Arab. Kajian rutin ini juga menjadi wadah penguatan keilmuan mahasiswa dalam bidang linguistik Arab secara berkesinambungan.
