Selangor, Malaysia — Di bawah
langit cerah Jeram, Selangor, sebuah babak baru dalam pendidikan Islam telah
dimulai. Pada hari Senin, 23 September 2025, Ma’had Al-Qur’an Darussalam
Selangor secara resmi membuka program pengajarannya. Acara ini dihadiri oleh
puluhan santri yang penuh semangat dan disemarakkan Peserta ITHlA Abroad. Salah
satunya adalah Ahmad Faizin Muzaqi,
seorang mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Ushuluddin dan
Adab (FUA) UIN Siber Syekhnurjati Cirebon (UINSSC) dari Indonesia. Kegiatan
yang berlokasi di Lot 3938 Jalan Rizab Masjid, Kg Bukit Hijau ini bukan hanya
seremoni biasa, melainkan sebuah deklarasi misi untuk melahirkan generasi
Qur’ani yang tidak hanya menghafal Al-Qur’an, tetapi juga menguasai Bahasa Arab
sebagai kunci peradaban.
Fokus utama Ma’had ini adalah pengajaran Bahasa Arab yang mendalam, melampaui sekadar hafalan. Para santri akan dibimbing untuk menguasai kaidah Nahwu, Shorof, dan ilmu alat lainnya, sehingga mereka mampu berbicara dan menulis Bahasa Arab dengan fasih dan benar. Ini adalah langkah maju yang esensial, , mengingat Bahasa Arab adalah jembatan untuk memahami sumber-sumber ajaran Islam secara otentik.
Ustadz Ahmad Fuad Suhairi bin Ridwan, Mudir Ma’had,
menyampaikan pidato yang membakar semangat. Beliau menekankan bahwa penguasaan
Bahasa Arab adalah sebuah amanah besar.
"Di tengah gempuran globalisasi, kita butuh lebih dari sekadar hafalan. Dengan menguasai Bahasa Arab, kita tidak hanya memahami kitab suci, tapi juga menjadi duta peradaban Islam di kancah internasional. Kita bisa merangkul dunia, berbicara dengan hati-hati kepada mereka yang belum mengenal Islam, dan membantah narasi keliru. Jadikan setiap kata dan kalimat sebagai misi suci untuk menunjukkan keindahan Islam dan memberikan dampak positif bagi dunia," ujar Ustadz Fuad.
Kehadiran
Peserta ITHLA Abroad menjadi simbol nyata dari keindahan kolaborasi antar-umat
Islam, melintasi batas negara. “ Ini adalah bukti bahwa semangat ukhuwah tidak
mengenal jarak.
Dukungan
Dekan Fakultas Ushuludin adab (FUA)
Dukungan penuh juga datang dari H.Anwar Sanusi M.Ag Selaku Dekan Fakultas Ushuludin dan Adab (FUA).
“Mahasiswa adalah duta peradaban. Gunakan setiap interaksi untuk saling menguatkan. Jaga semangat ta’awun dan jadikan pengalaman di Malaysia ini bekal emas untuk memimpin masa depan,” pesan Dekan Menanggapi, mendorong para peserta agar memaksimalkan kesempatan emas ini.
Ajakan Berani dari Faiz Mahasiswa FUA: Jadikan Ilmu sebagai Aksi
Pada sesi Taaruf di acara Pembukaan ini Ahmad Faizin Muzaqi memberikan pesan kepada santri "Apa yang kita saksikan hari ini adalah bukti bagaimana tekad bisa melahirkan pergerakan luar biasa. Untuk para santri Ma'had, jadikan ilmu dan Bahasa Arab sebagai pedang yang diasah, bukan hanya hafalan. Teruslah berkarya dan berkontribusi nyata bagi umat.
Kemudian dia memberikan harapan kepada teman-teman mahasiswa FUA, “Kita jangan hanya menjadi penonton. Ilmu yang kita pelajari adalah pedang yang harus digunakan. Saatnya kita keluar dari zona nyaman dan ambil peran. Dunia menanti kontribusi kita, marilah kita sambut dengan keberanian dan keikhlasan.”
Acara ini adalah pengingat bahwa masa depan Islam terletak di tangan generasi muda yang berani, berilmu, dan berkolaborasi. Dengan visi yang sama, mereka akan mampu menciptakan dunia yang lebih baik