Selangor, Malaysia – Suasana ceria dan penuh semangat menyelimuti Mahad
Al-Quran Darussalam Selangor (MADAS) pada Selasa, 23 September 2025. Puluhan
santri MADAS terlihat antusias mengikuti sesi pembelajaran Maharah Al-Qiraah
atau seni membaca puisi berbahasa Arab, yang dikenal sebagai 'Qiroatu Syi’ir'.
Kegiatan inspiratif ini merupakan bagian dari program ITHLA ABROAD yang
diikuti oleh sejumlah mahasiswa, termasuk Faiz, seorang mahasiswa dari Jurusan
Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh
Nurjati Cirebon (UINSSC). Faiz, bersama pemateri lain dari peserta ITHLA
ABROAD, mengambil peran aktif dalam membagikan ilmunya tentang seni sastra Arab
kepada para penghafal Al-Quran di MADAS.
Antusiasme Tinggi dan Semangat Baru
Dalam sesi tersebut, Faiz secara khusus memberikan materi tentang teknik
dan cara membaca qiroatu syi'ir yang benar dan mampu memukau pendengar.
Berita baiknya, antusiasme para santri sangat tinggi. Mereka tidak hanya
mendengarkan, tetapi juga aktif mempraktikkan intonasi, ekspresi, dan jeda yang
tepat, menunjukkan semangat besar untuk menguasai keterampilan berbahasa Arab
yang lebih mendalam.
"Melihat semangat para santri yang bersemangat membuat kami juga
terpacu untuk memberikan yang terbaik," ujar salah satu perwakilan peserta
ITHLA ABROAD.
Pesan Inspiratif dari Faiz: Membaca Puisi
adalah Jendela Hati
Di akhir sesi, Faiz menitipkan pesan mendalam kepada para santri terkait
pentingnya qiroatu syi'ir yang baik dan memukau. Ia menekankan bahwa
seni membaca puisi bukan hanya soal melafalkan kata-kata, melainkan sebuah
jembatan untuk menyampaikan pesan dan emosi dari hati.
"Untuk menghasilkan 'Qiroatu Syi’ir' yang baik dan memukau,"
tutur Faiz, "rahasianya ada tiga. Pertama, pahami makna setiap larik syair
itu, resapi isinya seolah Anda adalah penyairnya. Kedua, gunakan intonasi dan
ekspresi wajah yang jujur, biarkan hati Anda berbicara melalui suara. Jangan
hanya indah di telinga, tapi harus menyentuh jiwa. Ketiga, latih 'nafas' dan
'maqam' Anda agar pembacaan terdengar indah, stabil, dan berwibawa, layaknya
melantunkan ayat suci. Ketika hati dan lisan selaras, saat itulah pembacaan
Anda akan benar-benar memukau dan menginspirasi."
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menambah
wawasan dan keterampilan berbahasa Arab para santri, tetapi juga menjadi
dorongan semangat bagi mereka untuk terus mencintai dan mendalami kekayaan
bahasa Al-Quran.