Analis Bayangan
Oleh: Fiantika Nurfauziah
Aku telah menetapkan standar yang tetap,
Bahwa setiap yang datang, diterima dengan tegap.
Bukan untuk disimpan dalam ruang rahasia,
Namun diletakkan di tempat yang terbuka dan nyata.
Tak ada lagi ruang untuk spekulasi,
Atau rencana-rencana yang penuh ambisi.
Cukup sekadar ada, tanpa harus memberi nama,
Menjalani apa yang tersaji di depan mata.
kendati pun tak sempat ku genggam, tpi aku lebih dulu tertaut
Dalam porsi yang pas, tak kurang tak pula sia-sia.
Seberapa jauh kau melangkah di jalanku,
Sejauh itu pula aku akan beriringan.
katanya ini hanya dua titik yang saling menyapa,
Tanpa perlu merasa harus saling menggenggam apa-apa.
Sebab kali ini, yang kucari adalah keberadaan
Bukan lagi riuh rendah dari sebuah keterbatasan.
Penulis merupakan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Semester 2
