ANTOLOGI KARYA SASTRA : Yang Tertinggal Dari Rasa (Puisi)

 



Yang Tertinggal dari Rasa

Oleh: Fihri Ardiani


Manis pernah singgah

seperti senja yang hangat di bahu hari,

ia datang tanpa janji

dan pergi tanpa permisi.


Aku sempat percaya

bahwa waktu akan menyimpannya lebih lama,

tapi rupanya kenangan punya cara sendiri

untuk memilih mana yang tinggal, mana yang hilang.


Yang pahit—

justru enggan beranjak.

Ia menetap di sudut dada,

menjadi gema dalam diam,

menjadi luka yang belajar berbicara pelan-pelan.

Sementara yang manis

hanya sempat menjadi cerita,

sekilas indah, lalu usai—

seperti tawa yang lupa arah pulang.


Kini aku berjalan

dengan sisa rasa yang tak seimbang,

membawa pahit sebagai pelajaran,

dan manis sebagai alasan untuk tetap bertahan.

Karena mungkin,


hidup memang bukan tentang

apa yang kita ingin simpan,

melainkan apa yang tak bisa kita lepaskan.


Penulis merupakan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Semester 2

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama