Diskusi Keperempuanan: HIMABSA X PSGAD : Hak Perempuan

 

Jum'at, 22 Agustus 2025

Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (HIMABSA) bekerja sama dengan Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD) menyelenggarakan kegiatan Diskusi Keperempuanan pada Jum'at, 22 Agustus 2025 secara daring melalui platform Google Meet. Diskusi ini dimulai pukul 19.30 WIB, menghadirkan Fania Rahmawati (Wakil Ketua Umum Relawan PSGAD) sebagai pemateri, dengan moderator Niha Nurpaticha (mahasiswa BSA semester 3).

Dalam pemaparannya, pemateri menyoroti pentingnya memahami isu kesetaraan gender, terutama di lingkungan akademik. Berkaca pada ruang lingkup Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA), posisi perempuan dalam organisasi mahasiswa sudah cukup terlihat melalui banyaknya perempuan yang menduduki posisi strategis di berbagai bidang.

Meski demikian, pemahaman terkait patriarki, kesetaraan, dan makna peringatan Hari Kartini masih menjadi pekerjaan rumah bersama untuk terus digali dan diperdalam. Seringkali, penolakan terhadap isu kesetaraan berangkat dari penggunaan dalil-dalil agama yang kurang tepat tafsirnya.

Pemateri juga menekankan bahwa perempuan perlu menyadari potensi dirinya, berani tampil, serta tidak menjadikan stereotip seperti "makhluk perasa" sebagai kelemahan. Kesetaraan bukanlah perihal subjektifitas, melainkan hal-hal yang bersifat objektif: memberikan hak yang sama dengan porsi yang berbeda sesuai kebutuhan dan peran masing-masing.

Diskusi keperempuanan HIMABSA x PSGAD ini berjalan dengan lancar dan mendapatkan respons positif dari peserta. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa semakin terbuka dalam memahami isu-isu gender, mampu berpikir kritis terhadap wacana patriarki, dan berani mengupayakan ruang kesetaraan yang lebih luas di lingkungan akademik maupun masyarakat.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama