
KOPI - AH
Oleh: Fa'iz Ahnaf Rifa'ah
Diajak untuk mengaji susah
Dengan rasa begitu menggudah
Berpijak kaki hanya sebelah
Amatlah susah
Tatkala ucapan hamdalah
Dari sang Petuah
Kami pun terbangun dari mimpi indah
Dengan sedikit rasa resah
Tak mendengarkan apapun yang tadi di perintah
Hati pun berharap, jangan lah rapuh
Tak tau mengapa lidah pun mulai basah
Ketika mendengarkan ucapan yang satu ini:
"janganlah engkau sedikit-pun tuk mengeluh"
Tatkala kopi sedang tumpah.
Penulis merupakan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Semester 3